Sab. Feb 29th, 2020

SBMI

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran

MENGINTIP PROSES PENEMPATAN TKI ABK NELAYAN

DPN SBMI mengadakan survei kepada ABK Nelayan yang dipulangkan setelah sebelumnya terdampar di Cape Town Afrika Selatan. Survei tersebut meliputi proses penempatan seperti ketertarikan menjadi ABK, tes kesehatan, pelatihan, buku pelaut dan KTKLN.

Berdasarkan hasil survei TKI ABK Nelayan yang dipulangkan pada18 Pebruari 2014 lalu dari Cape Town Afrika Selatan, ditemukan data penempatan yang cukup mencengangkan. Misalnya faktor ketertarikan Calon TKI ABK Nelayan karena iming-iming gaji besar dan kerja enak, bukan karena kemampuannya.

Parahnya dalam proses penempatannya TKI ABK Nelayan tidak dibekali dengan pelatihan baik yang dasar ataupun lainnya. Pun demikian dalam penerbitan buku pelaut sebagai dokumen sah seorang pelaut, dalam prosesnya kebanyakan terima jadi, sehingga diragukan keasliannya. Dalam hal tes kesehatan masih mending, lebih banyak yang dites kesehatannya, meskipun belum diketahui standart tesnya seperti apa.

Yang menarik lagi adalah hasil survei tentang KTKLN, hampir semua Calon TKI ABK dibuatkan kartu yang sering disebut sebagai kartu perlindungan. Proses penempatannya diduga tidak melalui prosedur standar. Berikut adalah hasil surveinya :

1. Apakah dijanjikan kerja enak dan gaji besar

Hasil Survei membuktikan 100% ABK dijanjikan iming-iming gaji besar dan kerja enak.

2. Apakah mengikuti pelatihan atau tidak? 2014-05-28, survei abk tentang pelatihan

Hasil Survei membuktikan :

 

 

3. Apakah mengikuti tes kesehatan ?

Hasil survei membuktikan :

2014-05-28 survei abk tentang tes kesehatan

 

 

 

 

 

 

4. Apakah dibuatkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) ?

2014-05-28, survei abk tentang ktkln

Hasil survei membuktikan :

 

 

 

 

 

5. Apakah dalam pembuatan buku pelaut, mengikuti proses atau terima jadi ? 2014-05-28, survei abk tentang buku pelaut

Hasil survei membuktikan :

 

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)