Sen. Jan 27th, 2020

SBMI

Memperjuangkan Keadilan Bagi Buruh Migran

TKI INDRAMAYU DIPULANGKAN, LOLOS TANPA DI QISOS

Tati TKI Indramayu mengalami luka disekujur tuburhnya, tangan dan kakinya cacat, ada luka borok dibokongnya, akibat siksaan dari majikannya di Arab Saudi. Ketika Arab Saudi tegas memberlakukan qisos kepada TKI, Kenapa Perwakilan RI melempem untuk menuntut pemberlakuan qisos ??

tuti1 Ada diskriminasi dalam pemberlakuan hukum qisos di Arab Saudi. Beberapa BMI/TKI dihukum mati karena dugaan membunuh majikannya atau harus mengganti dengan membayar diyat komersil seperti dialami oleh Satinah kemarin.

Hal ini terjadi pada Tati Buruh Migran asal Indramayu. Ia dipulangkan pada 8 Januari 2014 lalu dalam kondisi penuh luka karena disiksa oleh majikannya. “Istri saya begitu karena disiksa majikan waktu di Arab Saudi, waktu di sana sempat dirawat di RS sekitar satu tahun tapi belum juga sembuh sampai sekarang, shingga perlu pengobatan lanjutan” Kata Carla Tati.

Beberapa hari yang lalu, Tati dibantu dibantu SBMI Indramayu untuk mendapatkan hak atas kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu. Kondisinya sangat mengenaskan, luka borok di pinggang, ada bekas luka jepitan tang dikedua jempol kakinya, dan kedua tangannya juga cacat. “Hak-hak lainnya menyusul, diduga ini dilakukan oleh majikan, harusnya majikan di qisos, cacat tangan dibayar tangan, cacat kaki dibayar kaki, ini kok bisa lolos tanpa di qisos, kami akan menuntut keadilan” Kata Juwarih.

Bobi AM Sekjen SBMI menilai bahwa adanya diskriminasi kepada buruh migran dalam pemberlakuan hukum qisos di Arab Saudi menunjukkan adanya persoalan ditingkat pelayanan yang wajib dilakukan oleh Perwakilan RI disana.  “Aturannya sudah jelas dan cukup detail seperti amanat Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pelayanan Warga (Citizen Service) tapi kenapa bisa lolos tanpa di qisos? ” Ketusnya

tati tki asal desa gantar kecamatan haurgeulis indramayuMerujuk pada kasus Darsem dan Satinah, Arab Saudi sangat tegas dalam memberlakukan sanksi terhadap dugaan pidana yang dilakukan oleh BMI/TKI, harusnya Perwakilan RI juga tegas ketika ada BMI/TKI yang menjadi korban kejahatan warga Arab Saudi. “Jika Tati memaafkan bayarlah diyatnya, jika dia tidak memaafkan, tangan bayar tangan, kaki bayar kaki, itu baru adil, bukankah keadilan adalah salah satu prinsip dalam ajaran islam, Arab Saudi sebagai negara tempat tumbuhnya ajaran islam, seharusnya malu ketika ada ketidakadilan yang terjadi disitu, Perwakilan RI dan Arab Saudi harus bertanggungjawab atas kejadian ini ” Tegasnya.

 

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)