IOM SOSIALISASI PENCEGAHAN TRAFFICKING DI 10 KABUPATEN

sosialisasi pencegahan trafficking iomData Kemenakertrans menunjukkan, penempatan buruh migran Indonesia ke luar negeri mencapai 500.000 orang setiap tahunnya. Tingginya penawaran dan permintaan tenaga kerja, terdorong oleh kurangnya sumber penghidupan di daerah asal, ketimpangan distribusi kesejahteraan dan kesempatan, mereka yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia berupaya memanfaatkan pasar tenaga kerja global untuk mencari peluang kerja yang lebih baik di berbagai Negara. Demikian kata Nurul Qoiriah Menejer Counter Trafficking Internasional Organization for Migration (IOM).

Diteruskan, dalam situasi demikian, pembekalan informasi terhadap calon pekerja migran menjadi penting pada semua tahapan proses migrasi. Informasi yang lengkap dan tepat akan berguna bagi calon pekerja migran baik dalam proses pengambilan keputusan untuk bermigrasi maupun untuk melindungi diri mereka selama bekerja di Luar Negeri termasuk mendapatkan hak-hak mereka. Dengan kecukupan pemahaman dan pengetahuan mengenai migrasi diharapkan pekerja migran dapat bekerja secara aman dan mampu menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi selama bermigrasi (realitas migrasi). “Upaya sosialisasi ini juga diharapkan akan mengurangi berbagai praktek perlakuan tidakadil terhadap buruh migran Indonesia, seperti kekerasan, pelecehan seksual, gaji tidak dibayar, penyiksaan, menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Trafficking dan sebagainya.

“Data IOM Indonesia dari tahun 2005 hingga tahun 2012 telah terjadi 4873 kasus trafficking, 21% kasus merupakan masih berusia anak (under age),  dan 85, 37 % korbannya adalah perempuan,  data kasus tersebut tentunya telah bertambah pada penghujung tahun 2013″. Jelas Nurul

sosialisasi pencegahan trafficking iom2Sebagai salah satu komponen kegiatan kerjasama dalam program “SAFE” dan bagian dari upaya peningkatan pemahaman calon buruh migran dan masyarakat umum mengenai Migrasi Aman, pada November-Desember 2013 lalu, IOM dan BNP2TKI melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi mengenai Migrasi Aman di 10 wilayah yang merupakan daerah asal pekerja migran. “Kegiatan ini akan mencakup diskusi komunitas dan dialog publik pada tingkat Kabupaten/Kota yaitu Karawang, Indramayu, Cianjur, Sukabumi, Wonosobo, Bojonegoro, Malang, Banyuwangi, Lampung Timur dan Lampung Utara.

Di tingkat pelaksanaannya, kegiatan ini bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang merupakan bagian dari komunitas buruh migran dan keluarganya di masing-masing wilayah yang dijangkau” Katanya

 

One thought on “IOM SOSIALISASI PENCEGAHAN TRAFFICKING DI 10 KABUPATEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *