PERDAGANGAN PEREMPUAN, MASIH MARAK DI INDRAMAYU

Fotor01010223538Waspadalah !!! Perdagangan perempuan (trafficking) melalui modus penempatan tenaga kerja luar negeri masih marak terjadi di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Demikian kata Jihun Koordinator Advokasi SBMI Indramayu kemarin (9/10/2013) saat mempertemukan Migrani (bukan nama sebenarnya) dengan bapak kandungnya di Cakung Jakarta Timur.

Dikatakan, gadis belia 19 tahun asal Desa Kedungwungu Kecamatan Krangkeng ini telah ditraffick pada akhir agustus 2013 lalu ke Johor Malaysia  oleh jaringan Marta Prastio warga Desa Sindang Mekar Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Setelah tiga hari ditampung disalah satu rumah di jalan H. Ilyas Kelurahan Jaka Mulya Cikunir Bekasi, pada tanggal 1 September 2013 Migrani diberangkatkan ke Johor Malaysia sebagai Pekerja Rumah Tangga.

Menurut Musoleh tanggal 4 Oktober 2013, Migrani dikabarkan telah kabur dari rumah majikan karena perlakuan buruk anak majikan yang membuatnya tidak nyaman. Ia nekat melapor kepada Polisi Diraja Malaysia, sayangnya  malah diserahkan kembali kepada Agen. Di Agen Ia mengalami kekerasan kembali, meskipun kemudian ia dipulangkan melalui Batam Center dan sampai di Jakarta pada tanggal 9 Oktober 2013 lalu.

Hariyanto Koordinator Advokasi SBMI menambahkan, Migrani tidak dipulangkan sendiri, namun ia terpisah di Tol Jatibening Bekasi. Hingga saat ini korban tersebut masih dicari keberadaannya, sementara lima orang korban lainnya masih tertahan di Kantor Agen Malaysia dan belum dipulangkan. ” Pemerintah Kabupaten Indramayu harus lebih gencar lagi mengupayakan pencegahan perdagangan perempuan, dengan membangun kemitraan dengan perbagai organisasi masyarakat” Pungkasnya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *