Laporan SBMI Indramayu Terkait Bantuan Untuk Rokiyah

Masih ingat kasus Rokiyah? TKW asal Desa Mundu Blok Bucere Kecamatan Karangampel,Indramayu ini adalah TKI yang lumpuh karena percobaan bunuh diri. Rokiyah jatuh dari lantai 3 sebuah apartemen di Yordania. Keadaan Rokiyah, saat terakhir kali diberitakan sangat mengenaskan. Bagaimana tidak, perempuan yang telah berkeluarga tersebut saat ini tak bisa berjalan.

Nasib pahit yang dialami Rokiah, rupanya mengundang simpati dari beberapa pihak. Salah satunya adalah kumpulan BMI asal Singapura. Melalui koordinasi Rini PL, BMI Singapura telah menyumbangkan uang sebesar Rp. 8.988.000 yang dikirim melalui nomor rekening 0025698177100 Bank BJB  KCP Jatibarang a.n Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Desa Krasak Kecamatan Jatibarang Indramayu. Rini PL, yang dikonfirmasi via akun Facebook berharap agar Rokiyah sabar dalam menghadapi ujian dari Tuhan. Menurutnya, bantuan yang telah disumbangkan nantinya bisa digunakan sebagai biaya pengobatan supaya Rokiah bisa sembuh seperti dulu.

Tak lupa, Rini juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada teman-teman BMI Singapura yang telah mau membantu menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu Rokiah. “Sesungguhnya gaji mereka sudah dibagi-bagi untuk keperluan pribadi dan tanggung jawab mereka kepada keluarga di rumah, namun mereka masih mau membantu sesamanya yang lebih memerlukan. Salut buat mereka. Semoga kekompakan, rasa persaudaraan dan saling bantu membantu ini terus terjalin,” terang Rini yang juga menjadi Ketua Admin Group Facebook BMI Singapura.

Rokiyah merasa senang sekaligus terharu ketika menerima bantuan dari sesama TKI Singapura yang diserahkan secara simbolis oleh Bendahara DPC SBMI Indramayu Hasim Ashari dengan di damping beberapa teman pengurus SBMI Indramayu lainya pada 9 Juni 2013 lalu. Hasim selaku bendahara SBMI Indramayu menjelaskan bahwa Rokiyah juga mendapat bantun dari Media Indosuara Taiwan sebesar Rp. 2.000.000. Sehingga, total keseluruan dana yang terkumpul adalah Rp. 10.988.000.

Alokasi uang yang telah digunakan hingga saat ini berkisar RP. 6.000.000. “Uang hasil dari kumpulan teman-teman BMI sebagian sudah kami belanjakan untuk keperluan renovasi rumah berupa pembuatan kamar mandi dan pemasangan keramik di lanatai,” jelas Hasim dengan menunjukkan bukti-bukti kuitansi.

Ketua SBMI Indramayu Juwarih juga menyampaikan, bagi pihak-pihak yang ingin ikut memberi sumbangan untuk menyerahkan langsung pada pihak SBMI. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan. “Kami menganjurkan agar dana terkumpul di SBMI dan terarah,” imbuh Juwarih.

SBMI Indramayu juga menargetkan bantuan untuk Rokiyah berupa penanganan medis, renovasi rumah dan terakhir membuat suatu usaha. Juwarih menjelaskan, Rokiyah dan keluarganya harus bisa mandiri tidak bergantung pada bantuan semata. Maka dari itu, SBMI Indramayu juga sedang mengupayakan membuat perencanaan usaha yang bisa dilakukan oleh suami Rokiyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *